Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

11/03/2011

Kejadian Lucu Saat Komputer Pertama Kali Booming

Setiap ada barang revolusioner baru yang muncul. Ada saja hal-hal aneh yang ikut nimbrung disisinya. Salah satunya adalah ketika komputer pertama kali muncul. Ketika saat ini balita pun mungkin sudah bisa memegang dengan benar benda bernama “Mouse”, saat itu orang dewasa pun masih bingung bahkan ketakutan sama yang namanya Mouse. Silahkan baca berbagai kejadian lucu ketika komputer pertama kali diciptakan.
  1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.  
  2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) takut dengan mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik. Takut diserang mouse komputer? 
  3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.  
  4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut. 
  5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara memegang kertas yang akan di fax di depan monitor, sambil menekan tombol “SEND” di layar.  
  6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, dan membilasnya dengan air, lalu menjemurnya. 
  7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki, tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.  
  8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?” 
  9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :

    Penelepon (X) : Hallo, dengan Tech Support?
    Novell (Y) : Ya, bisa dibantu?
    (X) : Tatakan cangkir di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?
    (Y) : Tatakan cangkir? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
    (X) : Tidak. Tatakan cangkir ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.

    (Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terbahak-bahak)  

9/14/2011

Awas Jebakan Virus Menyebar Lewat Facebook Chat

Jangan sekali-sekali menge-klik link yang dikirim teman lewat layanan Facebook Chat jika belum jelas sumbernya. Bisa jadi, link tersebut adalah jebakan virus yang disebar lewat akun teman yang sudah dibajak. Sekali terjebak, Anda kesulitan untuk mengatasinya.
Kenapa patut diwaspadai? Pembuat virus ini rupanya tahu kelemahan Facebook sehingga membuat jebakan bukan lewat aplikasi sehingga sulit diblokir administrator Facebook. Menurut laporan Vaksincom, serangan ini menyebar sejak pertengahan Agustus 2011. Hingga saat ini banyak pengguna komputer yang sudah terinfeksi oleh serangan jenis worm/rootkit yang dikenal dengan nama W32/Kolab.xx oleh Norman Security Suite. Virus ini juga disebut Click1.
Tercatat, sudah puluhan varian sejak Agustus yang disebarkan oleh pembuat virus ini. Hebatnya, pada saat awal kemunculannya selama 2 minggu pertama mayoritas antivirus bahkan tidak dapat mendeteksi worm/rootkit tersebut sampai dengan awal September 2011.
Kolab disebarkan lewat layanan Facebook Chat. Umumnya hanya pesan singkat, misalnya iming-iming video lucu atau video porno disertai link-nya. Begitu link tersebut di-klik, komputer akan mengunduh file virus secara otomatis yang akun Facebook terbajak.
Namun, hebatnya akun Facebook yang menjadi korban tidak akan mengalami perubahan apapun. Pembuat virus akan memanfaatkan akun-akun tersebut untuk menyebarkan lebih banyak link jebakan ke jaringan pertemanan tersebut. Hebatnya, saat akun korban mengirim link jebakan secara otomatis, tidak muncul jendela poup sehingga pengguan facebook tak sadar akunnya sedang dimanfaatkan.
Masih Sulit Dibasmi
Satu-satunya cara efektif menghadapi serangan semacam ini adalah dengan mengantisipasi sejak awal. Layaknya situs phising, jangan mudah tergoda untuk membuka link yang dikirimkan orang lain meski dengan iming-iming menarik. Apalagi serangan macam Kolab termasuk jenis serangan yang sulit dibasmi. Vaksincom bahkan masih belum menemukan cara efektiof membasminya.
"Vaksinis sedang melakukan test ekstensif pada virus ini di laboratorium virus Vaksincom. Nantikan artikel berikut yang akan menggali lebih dalam tentang virus ini serta cara membasminya," tulis Ad Sap, dari Vaksincom dalam emailnya, Jumat (9/9/2011).
Kolab/Click1 tidak berjalan pada proses Windows sehingga sulit menemukan dan mematikan keberadaan worm/rootkit ini. Tetapi, worm ini justru mendompleng atau menumpang pada file Svchost.exe milik Windows, sehingga Anda akan sulit mematikannya. Jika Anda memaksa mematikan file Svchost.exe, komputer akan mengalami blue screen of death/BSOD. Termasuk jika Anda mencoba melakukan scan menggunakan tools tertentu seperti GMER, tools yang biasa digunakan untuk mendeteksi rootkit.
Walaupun tidak berjalan pada proses atau services Windows, Kolab/Click1 memanfaatkan file Svchost.exe Windows, untuk melakukan broadcast pada IP-IP tertentu. Agar dapat berjalan bebas tanpa hambatan, Kolab/Click1 mendaftarkan programnya pada Windows Firewall, sehingga diperbolehkan untuk melakukan koneksi dan broadcast.
Nah, sebelum Anda terjebak, catat tips hindari Kolab/Click1. Berikut beberapa tips bagi Anda jika tidak ingin terinfeksi dan menjadi korban dari worm/rootkit ini:
1. Hindari melakukan klik pada link yang dikirim pada Anda, baik melalui pesan chat FB atau status.
2. Beritahukan pada teman Anda, bahwa komputer tersebut telah terinfeksi virus, dan segera lakukan update dan scan komputer dengan antivirus yang terupdate.
3. Jangan melakukan copy link atau melakukan pemberitahuan disertai link tersebut, karena dengan begitu Anda justru ikut menyebarkan link yang mengandung virus tersebut.
4. Jangan meninggalkan FB Anda dalam keadaan aktif/login, sebaiknya Anda logout dahulu hingga Anda kembali.
5. Gunakan Secure HTTP / HTTPS pada saat Login FB, hal ini agar FB Anda tidak mudah diakses oleh orang lain disekitar Anda.

Iklan Google Chrome Angkat Sisi Kemanusiaan

Iklan televisi pertama Google Chrome muncul di stasiun televisi nasional sebagai kampanye pertamanya sebelum secara resmi masuk berinvestasi di Indonesia. Iklan yang merupakan bagian dari kampanye "Jadikan Internet Seluas Kreasimu" ini mengangkat kisah seputar seorang pengguna internet (netter) yang memanfaatkan internet untuk melakukan kegiatan sosial. Meski hanya berdurasi satu menit, iklan tersebut sudah menyampaikan pesan dan membuat haru sejumlah orang yang melihatnya.
Kampanye "Jadikan Internet Seluas Kreasimu" yang digambarkan dalam iklan tersebut menunjukkan bagaimana seorang netter bernama Valencia Randa (@justsilly), yang peduli terhadap kegiatan donor darah, memanfaatkan teknologi internet untuk aktivitas sosialnya. Valencia memanfaatkan browser Chrome untuk mencari informasi seputar donor darah, membuat jaringan dengan memanfaatkan Google+, mengumpulkan orang-orang yang membutuhkan donor darah, dan menyalurkan bantuan dari orang yang bisa mendonorkan darah melalui e-mail.
Dari beberapa e-mail yang masuk, Valencia bisa mendapatkan data orang-orang yang bisa mendonorkan darah sesuai kebutuhan. Valencia kemudian menjadi perantara bagi mereka yang membutuhkan donor darah dan mereka yang mau menjadi pendonor.
Iklan yang juga di-upload di YouTube sejak 6 September 2011 itu sudah dilihat lebih dari 14.000 kali hanya dalam waktu 5 hari. Berbagai komentar pun muncul, kebanyakan menyatakan terharu melihat iklan tersebut yang berhasil menyentuh setiap orang. Ada yang mendukung kegiatan sosialnya, ada pula yang mendukung cara Valencia memanfaatkan teknologi.
Blood for Life terbentuk pada bulan Maret 2009, beberapa saat sebelum peristiwa bencana Situ Gintung melanda Jakarta. Awalnya berbentuk mailing list, terdiri dari 44 akun email, yang merepresentasikan 44 anggota. Mailing list ini membantu siapa pun yang membutuhkan darah jika kebutuhan darah sudah tidak dapat dipenuhi PMI. Gerakan ini bersifat sosial, bukan atas nama yayasan atau organisasi apa pun, sehingga semua pasien yang dibantu juga tak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk mendapatkan donor darah. Siapa pun yang ingin bergabung bisa mengirimkan e-mail kosong ke blood-for-life@googlegroups.com. Diutamakan adalah pengguna akun Google Mail.
Setiap orang yang bersedia bergabung diharapkan untuk menyebutkan nama (baik asli atau nama maya), golongan darah dan rhesus-nya, beserta domisili dan usia. Jika ada kebutuhan atau rumah sakit membutuhkan bantuan donor darah, si penghubung akan mengirimkan e-mail ke milis yang berisi permohonan untuk bantuan donor dan rhesus-nya, serta di RS mana donor darah itu akan dilaksanakan. Diwajibkan menyertakan nomor ponsel untuk bisa dihubungi sewaktu-waktu. Valencia kemudian membuat blog untuk menampung semua informasi dengan alamat http://bloodforlife.wordpress.com. Akun Twitter untuk Blood for Life juga digunakan untuk menyebarkan informasi donor darah, yakni akun @Blood4LifeID.
Selain mengangkat kisah Blood4Life, Google dalam kampanye ini juga menyiapkan video mengenai manfaat layanan-layanannya untuk keluarga. Video berdurasi satu menit yang diunggah di YouTube itu menggambarkan seorang ayah yang mengirim pesan masa depan untuk anaknya. Ia membuat akun Gmail dengan nama "lia.tersayang" dan secara rutin mengirimkan momen-momen spesial bersama anaknya yang dilengkapi foto, video, dan pesan pribadi. Ia berharap suatu saat bila anaknya dewasa membuka pesan-pesan tersebut. Mengharukan.

Selamat Datang Windows 8

 
Microsoft secara resmi akhirnya merilis sistem operasi terbarunya Windows 8 dalam konferensi BUILD yang dihadiri ribuan pengembang aplikasi di Anaheim, California, Selasa (13/9/2011). Presiden Divisi Windows Microsoft, Stefen Sinofsky menyebut Windows 8 sebagai perubahan besar yang pernah dilakukan Microsoft setelah Windows 95.
"Rasanya seperti sistem yang berbeda," kata Sinofsky yang sebelumnya sudah berpengalaman memimpin pengembangan Windows 7. "Cepat, luwes, segar, dan penuh energi," ujarnya. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa Windows 8 memang akan menawarkan pengalaman baru dibanding sistem operasi sebelumnya yang mendukung penuh fitur layar sentuh dan bisa digunakan di semua jenis perangkat baik PC maupun tablet.
Dari sisi tampilan, sistem operasi ini menyajikan menu yang segar seperti Windows Phone 7. Layar pertama langsung menyajikan kumpulan informasi dari aplikasi-aplikasi yang sedang dipakai dan menu yang disusun rapi dengan desain yang disebut Metro. Dari menu awal, penggunannya juga bisa langsung mengakses daftar teman dalam jejaring sosialnya dan menu-menu favorit cukup menggeser layar dengan sentuhan jari.
Software ini juga mendukung berbagai platform hardware. Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya yang hanya mendukung arsitektur prosesor x86, Windows 8 juga mendukung chip ARM yang banyak dipakai di perangkat tablet umumnya. Bentuk perangkatnya pun bisa jauh lebih ramping dan tipis serta bakal punya daya tahan baterai lebih lama.
Sinofsky memastikan bahwa semua software yang berjalan di Windows 7 akan juga bisa dipakai pada Windows 8. Sedikit berbeda adalah dalam hal pendekatan pengguna untuk mengakses beberapa jenis aplikasi. Kalau sistem operasi sebelumnya memaksa pengguna selalu membuka aplikasi satu demi satu, pada Windows 8 kolaborasi antaraplikasi mulai diterapkan. Misalnya lewat fitur yang memungkinkan pengguna mengakses informasi email, Twitter, dan jejaring sosial dalam satu tampilan.
Saat ini, Windows 8 memang baru diperkenalkan untuk para pengembang karena baru versi developer preview. Belum ada kepastian kapan software ini akan mulai didistribusikan ke pasar. Masih harus melalui tahap beta, release candidate, dan release to manufacturing, sebelum didistribusikan. "Kami pastikan dulu kualitasnya dan tidak tergantung pada tenggat waktu," ujar Sinofsky.